bocah tegalgubug

Jumat, 17 April 2009

Selayang Pandang

Sangat mudah bagi kita untuk bersikap ragu-ragu, dan sebaliknya sangatlah sulit untuk memiliki keyakinan.

Tidak ada jalan lain yang lebih mudah untuk mencapai peace (kedamaian) dan bliss (kebahagiaan) selain dari pengendalian panca inderamu.

Perhatikan Ucapan, Perbuatan, Pikiran, Karakter serta Hatimu.

Ikutilah Tuhan, Hadapilah setan, Bertarunglah hingga penghabisan dan akhirilah permainan ini.

Pendidikan duniawi (sekuler) memang sanggup menciptakan manusia hebat, namun pendidikan spiritual bertujuan untuk menghasilkan manusia yang mempunyai perilaku yang baik/bajik.

Seluruh umat manusia adalah milik dari satu agama, yaitu agama kemanusiaan.

Meditasi adalah suatu bentuk pertanyaan terhadap diri-sendiri yang berlangsung secara internal; yaitu pertanyaan yang mempertanyakan siapakah diri ini, apa yang perlu dicintai dan apa yang perlu di hindari.




Petiklah pelajaran dari cahaya dan cinta-kasih; keluarlah, sebarkanlah, kembangkanlah, lepaskanlah batasan-batasan antara miliku dan milikmu. Bersatulah dalam aliran cinta-kasih yang tiada batas.

Tiada jalan lain untuk mengenali Tuhan selain dari mengenal diri sendiri terlebih dahulu.

Tahun menjadi baru, hari menjadi suci, yaitu ketika engkau mensucikannya dengan melalui disiplin spiritual dan bukan yang lainnya.

Hanya ada satu teman sejati yang senantiasa bersamamu, di dalam dirimu dan di sekitarmu. Dan Dia adalah Tuhan.

Semua kehidupan adalah sama adanya, oleh sebab itu, wahai Anak-Ku, perlakukanlah setiap orang secara sama rata.

Di dunia ini tidak ada obat yang bisa menyembuhkan rasa sakit yang ditimbulkan oleh ucapan-ucapan yang kasar.

Uang datang dan pergi; tetapi apabila engkau memupuk moralitas, maka nilai-nilai tersebut akan tetap tertanam di dalam dirimu.

Apabila engkau menerima umpatan/kata-kata yang kasar dari orang lain, maka janganlah engkau berperilaku yang sama terhadap orang tersebut; melainkan berbicaralah secara lembut dan penuh cinta-kasih.

Engkau tidak perlu mencari-cari ketenaran maupun penghormatan dari orang lain; yang jauh lebih penting adalah lakukanlah upaya untuk memenangkan rahmat dari Tuhan.

Engkau mungkin saja merasa jenuh bila terus-menerus meminum nectar; tetapi tidaklah demikian halnya bila menyangkut cinta-kasih.

Tuhan akan senantiasa mengamati aktivitas-aktivitas manusia bahkan yang terkecil sekalipun untuk menemukan ada/tidaknya jejak-jejak cinta-kasih.

Sekali engkau merasakan kebahagiaan Ilahi, maka batinmu tidak akan pernah lagi mencari-cari kenikmatan duniawi.

Sekali engkau menyadari bahwa dirimu adalah satu bersama-sama dengan Tuhan, maka engkau tidak akan pernah terpisah lagi (dari-Nya).

Selengkapnya...

Bersin ?? Mungkin Anda sedang mikirin SEX

Jika bersin berulang-ulang, mungkin tanda lebih dari sekedar sakit flu. Seorang dokter menemukan, bersin menunjukkan seseorang sedang memikirkan soal seks.

Sebuah penelitian mendapati, kondisi malu yang disebabkan oleh memikirkan masalah seks, membuat otak mengirimkan sinyal ke hidung untuk bersin.

Dokter Mahmood Bhutta, spesialis telinga, hidung dan tenggorokan di John Radcliffe Hospital Oxford yang menemukan itu. "Memang sedikit aneh, tetapi reflek itu berhubungan dengan sistem syaraf yang disebut autonomic nervous system,” katanya.



"Itu di luar kontrol, seperti berdenyutnya jantung atau pengaturan cahaya yang ditangkap oleh pupil,” tambahnya.

Karena jarang terjadi, kondisi seperti itu jarang sekali dilaporkan oleh pasien karena malu mendiskusikan masalah itu pada dokter.

Bhutta mulai melakukan penelitian setelah mendapat laporan dari pasiennya yang selalu bersin berulang-ulang, setiap kali memikirkan soal seks.

Saat Bhutta dan timnya menanyakan masalah seperti itu melalui internet, mereka kaget karena ternyata banyak orang yang mengaku bersin-bersin setelah puas melakukan hubungan seks.

Sementara satu dari empat orang mengalami bersin saat terkena matahari. Tapi kondisi ini menurut peneliti lebih berhubungan dengan genetik.

Selain itu ada satu anggota keluarga yang bersin saat perutnya penuh. Dr Bhutta melaporkan hasil penelitiannya itu di Journal of the Royal Society of Medicine

Selengkapnya...

Facebook VS Friendster

Meski sama sama social network, Friendster dan Facebook sama sama mempunyai karakter sendiri-sendiri, terutama untuk fitur yang diberikan pada user. Friendster dan Facebook sama sama mengacu pada kemudahan user untuk menjadi member baru.

REGISTRASI

Untuk form registrasi, Friendster dan Facebook sama sama memberi kemudahan. Hal ini dapat dilihat pada halaman depan Friendster dan Facebook dimana keduanya langsung memberi penawaran bagi yang belum menjadi member baru. Bila bisa dinilai pada step registrasi, Friendster dan Facebook, keduanya sama sama mengacu pada kemudahan user untuk bergabung didalamnya.




Score:

Friendster: 1 Facebok: 1

CISTOMIZE

Pada halaman bagian ini akan terlihat perbedaan antara Friendster dan Facebook. Pada Friendster, halaman depan sederhana dengan memberi pembagian segmen yang jelas. Bentuk informasi yang diberikan Friendster ini relative singkat dan cenderung menggunakan link.

Bila Anda bosan dengan tampilan default Friendster, Anda bisa melakukan editing untuk profile tersebut. Anda bisa mengubah dan mengganti tata letak serta pewarnaan dari halaman profile. Fitur CSS Friendster jelas lebih memanjakan user untuk membangun sebuah tampilan profile yang unik.

Sedangkan pada Facebook, halaman depannya juga memberi bentuk yang sederhana, bahkan cenderung lebih banyak teksnya dibandingkan dengan foto. Ukuran foto yang ditampilkan pun relative kecil, sehingga jelas terlihat kalau Facebook lebih mengumtamakan load pada halaman depan.

Untuk melakukan editing pada tampilan Facebook memang tidak semudah melakukan editing pada friendster. Artinya, pada Facebook, user “dipaksa” menggunakan tampilan default. Memang beberapa user biSA melakukan editing pada profile facebook, tapi tentu user yang berpengalaman.

Score:

Friendster :1 Facebook :0

Privasi

Privasi pada sebuah social network adalah hal yang mutlak. Seseorang biasanya enggan memberikan nama aslinya dan cenderung memberikan nama samarannya. Hal ini dimungkinkan karena sistem privasi yang kurang.

Pada Friendster, system privasi profile memang sudah ada, tapi ada beberapa data yang buisa ditampilkan, seperti nama, kota, atau alamat.

Sedangkan pada Facebook, privasi terbilang cukup bagus. Dengan fitur tawaran Privacy setting, memungkinkan user untuk mengeset siapa yang diperbolehkan mengakses informasi pada profile, dan siapa yang tidak. Mungkin hal ini yang menyebabkan banyak public figure yang nyaman memiliki account facebook dengan namanya sendiri.

Score:

Friendster: 1 Facebook: 2

Bagan komentar

Bagi yang sudah mempunyai Friendster, pasti sudah paham dengan yang namanya komentar atau dalam bahasa Friendster disebut testi. Pada bagian ini, Friendster masih dirasa sangat kurang karena tidak bisa menanggapi secara langsung komentar yang dituliskan orang lain. Apalagi, untuk sebuah komentar harus masuk seleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan pada profile.

Lain halnya dengan Facebook, dengan fitur News Feed dan Live Feed, user bisa melihat aktivitas apa saja yang baru dilakukan oleh seseorang di Facebook, Selain itu, satu komentar bisa dikomentari dengan rapi tanpa mengganggu komentar yang lainnya. Artinya, pemisahan untuk komentar ini cukup bagus.

Dari beberapa penilaian di atas memang facebook masih lebih unggul dibandingkan Friendster. Tapi penilaian di atas memang tidak mutlak, karena sebuah social network bergantung pada perilaku user itu sendiri. Facebook memang memiliki banyak fitur, tetapi saking banyaknya fitur yang disediakan, user jadi kurang bisa memaksimalkan fitur fitur tersebut. Berbeda dengan Friendster yang lebih mudah dipelajai.
Selengkapnya...

Cinta Sejati


Dunia adalah komedi bagi mereka yang melakukannya, atau tragedi bagi mereka yang merasakannya…. Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah, Qalbu seorang pecinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya……. Sesungguhnya seseorang bisa disebut mandiri
bukan lantaran ia sudah tidak lagi meminta, tapi lebih karena ia sudah bisa
memberi harapan akan kembali diberi….. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang
telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun
tidak diketahui.



Selengkapnya...