Jika bersin berulang-ulang, mungkin tanda lebih dari sekedar sakit flu. Seorang dokter menemukan, bersin menunjukkan seseorang sedang memikirkan soal seks.
Sebuah penelitian mendapati, kondisi malu yang disebabkan oleh memikirkan masalah seks, membuat otak mengirimkan sinyal ke hidung untuk bersin.
Dokter Mahmood Bhutta, spesialis telinga, hidung dan tenggorokan di John Radcliffe Hospital Oxford yang menemukan itu. "Memang sedikit aneh, tetapi reflek itu berhubungan dengan sistem syaraf yang disebut autonomic nervous system,” katanya.
"Itu di luar kontrol, seperti berdenyutnya jantung atau pengaturan cahaya yang ditangkap oleh pupil,” tambahnya.
Karena jarang terjadi, kondisi seperti itu jarang sekali dilaporkan oleh pasien karena malu mendiskusikan masalah itu pada dokter.
Bhutta mulai melakukan penelitian setelah mendapat laporan dari pasiennya yang selalu bersin berulang-ulang, setiap kali memikirkan soal seks.
Saat Bhutta dan timnya menanyakan masalah seperti itu melalui internet, mereka kaget karena ternyata banyak orang yang mengaku bersin-bersin setelah puas melakukan hubungan seks.
Sementara satu dari empat orang mengalami bersin saat terkena matahari. Tapi kondisi ini menurut peneliti lebih berhubungan dengan genetik.
Selain itu ada satu anggota keluarga yang bersin saat perutnya penuh. Dr Bhutta melaporkan hasil penelitiannya itu di Journal of the Royal Society of Medicine
Selengkapnya...
Jumat, 17 April 2009
Bersin ?? Mungkin Anda sedang mikirin SEX
Diposting oleh Baydillah di 11.32 0 komentar
Label: opini
Facebook VS Friendster
Meski sama sama social network, Friendster dan Facebook sama sama mempunyai karakter sendiri-sendiri, terutama untuk fitur yang diberikan pada user. Friendster dan Facebook sama sama mengacu pada kemudahan user untuk menjadi member baru.
REGISTRASI
Untuk form registrasi, Friendster dan Facebook sama sama memberi kemudahan. Hal ini dapat dilihat pada halaman depan Friendster dan Facebook dimana keduanya langsung memberi penawaran bagi yang belum menjadi member baru. Bila bisa dinilai pada step registrasi, Friendster dan Facebook, keduanya sama sama mengacu pada kemudahan user untuk bergabung didalamnya.
Score:
Friendster: 1 Facebok: 1
CISTOMIZE
Pada halaman bagian ini akan terlihat perbedaan antara Friendster dan Facebook. Pada Friendster, halaman depan sederhana dengan memberi pembagian segmen yang jelas. Bentuk informasi yang diberikan Friendster ini relative singkat dan cenderung menggunakan link.
Bila Anda bosan dengan tampilan default Friendster, Anda bisa melakukan editing untuk profile tersebut. Anda bisa mengubah dan mengganti tata letak serta pewarnaan dari halaman profile. Fitur CSS Friendster jelas lebih memanjakan user untuk membangun sebuah tampilan profile yang unik.
Sedangkan pada Facebook, halaman depannya juga memberi bentuk yang sederhana, bahkan cenderung lebih banyak teksnya dibandingkan dengan foto. Ukuran foto yang ditampilkan pun relative kecil, sehingga jelas terlihat kalau Facebook lebih mengumtamakan load pada halaman depan.
Untuk melakukan editing pada tampilan Facebook memang tidak semudah melakukan editing pada friendster. Artinya, pada Facebook, user “dipaksa” menggunakan tampilan default. Memang beberapa user biSA melakukan editing pada profile facebook, tapi tentu user yang berpengalaman.
Score:
Friendster :1 Facebook :0
Privasi
Privasi pada sebuah social network adalah hal yang mutlak. Seseorang biasanya enggan memberikan nama aslinya dan cenderung memberikan nama samarannya. Hal ini dimungkinkan karena sistem privasi yang kurang.
Pada Friendster, system privasi profile memang sudah ada, tapi ada beberapa data yang buisa ditampilkan, seperti nama, kota, atau alamat.
Sedangkan pada Facebook, privasi terbilang cukup bagus. Dengan fitur tawaran Privacy setting, memungkinkan user untuk mengeset siapa yang diperbolehkan mengakses informasi pada profile, dan siapa yang tidak. Mungkin hal ini yang menyebabkan banyak public figure yang nyaman memiliki account facebook dengan namanya sendiri.
Score:
Friendster: 1 Facebook: 2
Bagan komentar
Bagi yang sudah mempunyai Friendster, pasti sudah paham dengan yang namanya komentar atau dalam bahasa Friendster disebut testi. Pada bagian ini, Friendster masih dirasa sangat kurang karena tidak bisa menanggapi secara langsung komentar yang dituliskan orang lain. Apalagi, untuk sebuah komentar harus masuk seleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan pada profile.
Lain halnya dengan Facebook, dengan fitur News Feed dan Live Feed, user bisa melihat aktivitas apa saja yang baru dilakukan oleh seseorang di Facebook, Selain itu, satu komentar bisa dikomentari dengan rapi tanpa mengganggu komentar yang lainnya. Artinya, pemisahan untuk komentar ini cukup bagus.
Dari beberapa penilaian di atas memang facebook masih lebih unggul dibandingkan Friendster. Tapi penilaian di atas memang tidak mutlak, karena sebuah social network bergantung pada perilaku user itu sendiri. Facebook memang memiliki banyak fitur, tetapi saking banyaknya fitur yang disediakan, user jadi kurang bisa memaksimalkan fitur fitur tersebut. Berbeda dengan Friendster yang lebih mudah dipelajai.
Selengkapnya...
Diposting oleh Baydillah di 11.28 0 komentar
Label: opini

